RESORT DI PULAU NUSA LEMBONGAN DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE DAN POLA RUMAH ADAT BALI

yana adi

Abstract


Fenomena pariwisata yang ada di indonesia. Wisata di negeri ini ditandai dengan makin meningkatnya minat orang untuk pergi traveling yang berpengaruh terhadap naiknya jumlah kunjungan di berbagai destinasi wisata. Keadaan tersebut juga berimbas pada berputarnya roda perekonomian di pelosok-pelosok negeri. Ekowisata di Indonesia mulai serius dikembangkan pada tahun 1990-an dengan dibangunnya daerah wisata yang berlandaskan alam. Pada tahun 2002, pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Tahun Ekowisata Indonesia (Hakim, 2004:58). Salah satu contoh pengembangan ekowisata di Indonesia adalah Pulau Bali. Nusa Lembongan merupakan salah satu bagian dari propinsi Bali yang letaknya terpisah dari daratan Pulau Bali dan berada di sebelah tenggara Pulau Bali. Nusa Lembongan terkenal sebagai pulau penghasil rumput laut di Bali, dan menjadi komoditas ekspor hingga saat ini. Mayoritas masyarakatnya, termasuk masyarakat Desa Jungutbatu bekerja sebagai petani rumput laut dan sebagian lainnya merantau mengadu nasib ke daerah lain terutama ke Pulau Bali. Namun sejak berkembangnya pariwisata di Desa Jungutbatu, sebagian masyarakat lokal telah beralih dengan bekerja di sektor pariwisata. Pariwisata (ekowisata khususnya) di Jungutbatu saat ini telah menjadi bagian dari hidup masyarakat desa dan juga menjadi salah satu sumber ekonomi. Nusa lembongan merupakan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), selain budaya daya tarik di pulau ini adalah alamnya yang sangat asri. konsep yang di usulkan adalah green architecture dan pola rumah adat Bali agar dapat menampilkan suasan Bali yang kental dan meminimalkan kerusakan lingkungan dari pembangunan resort tersebut.

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.52429/grid.v2i2.519

Refbacks

  • There are currently no refbacks.